Pemeringkatan menjadi Pintu Internasionalisasi: Penutupan Workshop UI Greenmetric, SDGs dan THE 2026
Padang, 18 Juni 2026 – Setelah empat hari bergelut dengan data, bukti, dan strategi pemeringkatan global, Workshop Penyusunan dan Penelaahan Draf UI GreenMetric, SDGs, dan THE 2026 resmi ditutup di Hotel Imam Bonjol, Kamis sore. Empat puluh lima peserta dari berbagai fakultas dan unit kerja di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang berhasil merampungkan draf isian yang siap disubmit untuk tiga pemeringkatan internasional sekaligus.
Kepala Pusat International Office dan SDGs, Dr. Zulfis, M.Hum., dalam laporannya menyampaikan bahwa selama workshop, peserta tidak hanya menyusun data, tetapi juga melakukan verifikasi silang antarunit, menyusun narasi pendukung berbasis bukti, dan memastikan setiap indikator UI GreenMetric, SDGs, serta THE Impact Rankings terisi secara akurat. “Draf awal telah final, lengkap dengan dokumen pendukung. Tinggal selangkah menuju submit dan itu akan segera kami lakukan,” ujar Dr. Zulfis.
Ia menambahkan, bukti-bukti yang telah dihimpun selama empat hari ini merupakan aset diplomasi akademik yang sangat berharga. “Apa yang kita susun bisa menjadi bahan untuk mengkampanyekan UIn Imam Bonjol di forum-forum internasional. Ini adalah bekal untuk meyakinkan mitra global bahwa UIN Imam Bonjol layak menjadi partner strategis,” tegasnya.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., yang hadir langsung menutup kegiatan, memberikan penekanan tajam pada urgensi internasionalisasi berbasis peringkat. Dalam arahannya, ia menggambarkan realitas baru kompetisi akademik global.
“Saat kita berbicara tentang internasionalisasi, orang luar negeri tidak lagi bertanya siapa dosen Anda atau apa kompetensinya. Pertanyaan pertama mereka sekarang adalah: ‘Saya akan bekerja sama dengan Anda, apa peringkat Anda di THE dan pemeringkatan lainnya?’ Kalau kita tidak bisa menjawab dengan angka dan peringkat yang kompetitif, pintu kerja sama itu perlahan akan tertutup,” tegas Prof. Martin.
Ia menegaskan, draf yang dihasilkan dari workshop ini adalah jawaban atas tantangan tersebut. “Draf ini bukan sekadar angka. Ia adalah paspor kita memasuki jejaring global. Karena itu, jaga integritas data. Peringkat tinggi harus lahir dari kinerja nyata, bukan sekadar isian kosmetik.”
Prof. Martin juga mengapresiasi kerja kolektif seluruh peserta lintas fakultas dan unit. Menurutnya, keberhasilan menembus peringkat dunia merupakan hasil gotong royong seluruh sivitas akademika, bukan milik satu lembaga semata.
Workshop yang berlangsung sejak 15 Juni ini menerapkan metode fullboard agar peserta dapat fokus menyelesaikan dua pekerjaan besar: peta data UI GreenMetric di bidang infrastruktur hijau, energi, limbah, dan transportasi, serta bukti kontribusi kampus terhadap 17 tujuan SDGs untuk THE Impact Rankings 2026. Panitia memastikan seluruh draf akan segera melalui tahap final review internal sebelum batas waktu submisi.
Dengan ditutupnya kegiatan ini, UIN Imam Bonjol Padang optimistis dapat meningkatkan posisinya di kancah pemeringkatan dunia dan menjawab tantangan global: membuktikan bahwa kampus hijau, berkelanjutan, dan inklusif benar-benar ada di bumi Minangkabau.

