Menyiapkan Data, Membangun Reputasi: LPM UIN Imam Bonjol Gelar Workshop UI GreenMetric, SDGs, dan THE 2026
Padang, 15 Juni 2026 – Suasana berbeda terlihat di Hotel Imam Bonjol pada Senin sore. Puluhan peserta tampak serius membawa laptop. Mereka bukan sekadar menghadiri pertemuan biasa, melainkan bagian dari misi besar: mendorong UIN Imam Bonjol Padang naik peringkat ke kelas dunia.
Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) resmi membuka Workshop Penyusunan dan Penelaahan Draf UI GreenMetric, SDGs, dan THE 2026. Selama empat hari, 45 peserta dari berbagai fakultas dan unit kerja akan bergulat dengan data, bukti pendukung (evidence), dan strategi peningkatan skor pemeringkatan internasional.
Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Juni ini tidak hanya berorientasi pada angka. Lebih dari itu, workshop ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi celah data, serta menelaah setiap indikator secara cermat. Targetnya jelas: menghasilkan draf isian yang akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan kompetitif di kancah global.
Ketika membuka acara, Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., tidak sekadar memberi arahan formal. Dengan nada penuh semangat, ia mengajak seluruh peserta melihat workshop ini sebagai tonggak perubahan.
"Kita tidak sedang mengumpulkan data untuk dimasukkan ke laci. Kita sedang membangun reputasi. UI GreenMetric dan THE Impact Rankings adalah jendela dunia untuk melihat siapa kita. Jika data kita lemah, maka dunia akan menilai kita biasa saja. Tapi jika data kita kuat, terintegrasi, dan disertai bukti nyata, maka kita akan diperhitungkan. Mari kita buktikan bahwa kampus hijau, kampus berkelanjutan, dan kampus inklusif itu ada di UIN Imam Bonjol," tegas Prof. Martin.
Beliau juga mengingatkan pentingkan kejujuran akademik dan integritas data. Menurutnya, skor yang baik harus lahir dari praktik nyata, bukan rekayasa.
Sambutan sebelumnya juga disampaikan oleh Kepala Pusat International Office dan SDGs, Dr. Zulfis, M.Hum. Dengan pengalamannya menjalin kemitraan luar negeri, ia menyampaikan pandangan yang membuka mata banyak peserta.
"Saya sering ditanya mitra dari luar negeri: 'Bagaimana komitmen kampus Anda terhadap SDGs? Apa buktinya?' Workshop ini adalah jawaban kita. Data yang kita susun hari ini akan menjadi bahan presentasi kita di forum internasional besok. Jika kita serius, maka pintu kerja sama global akan terbuka lebar. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Setiap bukti kegiatan, setiap publikasi, setiap kebijakan inklusif—itu semua adalah aset diplomasi akademik kita," ujar Dr. Zulfis.
Ia juga mengapresiasi langkah LPM yang menginisiasi workshop berbasis fullboard dengan melibatkan banyak pihak. Menurutnya, keberhasilan pemeringkatan tidak bisa dilakukan sendirian. Butuh kerja kolektif lintas unit, dan workshop ini adalah wadah yang tepat.
Selama empat hari, peserta dibagi menjadi dua kelompok besar: tim UI GreenMetric dan tim THE Impact Rankings/SDGs. Mereka akan memetakan kebijakan lingkungan, efisiensi energi, pengurangan sampah, digitalisasi layanan, serta data penelitian dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan SDGs.
Setiap peserta bertugas membawa data terbaru dari unit kerjanya, lengkap dengan dokumen bukti. Tidak hanya menyusun, mereka juga akan melakukan verifikasi silang, menyusun narasi pendukung, hingga finalisasi draf yang siap disubmit.
