Tingkatkan Kualitas Tata Kelola, LPM UIN Imam Bonjol Padang terima Kunjungan Benchmarking LPM IAIN Takengon
Padang, 30 April 2026 – Dalam upaya memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan mempersiapkan siklus akreditasi mendatang, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Takengon melaksanakan kunjungan benchmarking ke LPM UIN Imam Bonjol Padang pada Kamis-Jumat(30 April–1 Mei 2026). Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua LPM IAIN Takengon beserta jajaran auditor mutu internal.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari praktik baik (best practices) yang telah diterapkan LPM UIN Imam Bonjol Padang, terutama dalam hal implementasi SPMI berbasis digital, strategi pendampingan akreditasi program studi menuju unggul, serta pengelolaan audit mutu internal berbasis risiko. Sambutan hangat diberikan oleh Kepala LPM UIN Imam Bonjol Padang di Ruang Rapat LPM, Gedung Rektorat Lantai 2.
Dalam sesi pembuka, Ketua LPM IAIN Takengon, , menyampaikan bahwa pemilihan UIN Imam Bonjol Padang sebagai lokasi benchmarking bukan tanpa alasan. “Kami melihat UIN IB Padang sangat progresif dalam mengimplementasikan SPMI. Mereka telah berhasil mengintegrasikan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) ke dalam sistem informasi mutu terpadu. Ini menjadi praktik yang ingin kami adopsi dan sesuaikan dengan konteks di IAIN Takengon,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua LPM UIN Imam Bonjol Padang Dr. Hermawati,M.Si, dalam paparannya menekankan bahwa keberhasilan penjaminan mutu di era transformasi digital sangat bergantung pada integrasi data dan komitmen pimpinan. “Kunci dari efektivitas audit mutu internal adalah pemanfaatan aplikasi e-Mutu yang terhubung langsung dengan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PD-Dikti). Dengan begitu, setiap temuan dan tindakan koreksi bisa termonitor secara real-time oleh unit pengelola program studi,” papar Yusnidar di hadapan peserta.
Diskusi berlangsung interaktif dan banyak menyoroti isu strategis seperti strategi membangun budaya mutu di kalangan dosen dan tenaga kependidikan, mekanisme reakreditasi prodi berbasis instrumen terbaru, serta penyusunan dokumen yang berorientasi pada luaran dan dampak. Tim auditor IAIN Takengon terlihat antusias menggali lebih dalam mengenai Sistem Informasi Penjaminan Mutu (SIMUTU) yang telah berjalan efektif di lingkungan UIN Imam Bonjol Padang.
Selain sesi pemaparan dan diskusi, rombongan juga diajak meninjau langsung command center LPM UIN Imam Bonjol Padang. Di sana, mereka mengamati alur kerja digital, mulai dari input data borang kendali mutu, pemantauan capaian indikator kinerja utama (IKU), hingga dashboard visualisasi risiko mutu. Para auditor mutu IAIN Takengon pun mendapat kesempatan untuk melakukan simulasi singkat proses audit mutu berbasis aplikasi.
Di penghujung acara, kedua belah pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif dan saling berbagi perkembangan terkait implementasi SPMI. “Kami mengucapkan terima kasih atas keterbukaan LPM UIN Imam Bonjol Padang. Kami akan segera menindaklanjuti hasil kunjungan ini dengan menyusun peta jalan digitalisasi mutu di IAIN Takengon,” tutup Muhsin Ibrahim.
Dengan dilaksanakannya benchmarking ini, diharapkan IAIN Takengon mampu mempercepat transformasi mutu akademik dan kelembagaan, sejalan dengan komitmen menuju kampus Islam negeri yang terakreditasi unggul dan berdaya saing global.

